Marketing utk UKM : Murah dan Mudah kan?
Harga BBM terus melangit, dikuti bahan baku yang juga terkerek naik. Tak sedikit UKM yang kembang kempis bahkan harus gulung tikar karena cekaknya modal yang digulung oleh badai kenaikan harga. Banyak UKM sudah melakukan penghematan di segala lini usahanya, mulai dari mencari alternatif bahan baku yang lebih murah hingga bagaimana mencari saluran distribusi baru untuk menggenjot pemasaran.
Namun, banyak juga yang melakukan penghematan dengan menyetop anggaran promosi marketing, karena biasanya biaya promosi ini besar dan terkadang hasilnya tidaklah begitu bagus dalam menambah penjualan. Sebenarnya tidaklah salah jika ada anggapan demikian, karena kebanyakan UKM melakukan promosi marketing tanpa didahului sebuah riset pasar, dan strategi yang tepat. Akibatnya, aspek test and measure tidak terpenuhi. Padahal aspek ini sangatlah penting, karena kita jadi tahu bagaimana hasil strategi pemasaran dan implikasinya terhadap penjualan.
Jadi, disaat seperti ini, adalah saat yang tepat untuk mengkoreksi cara kita berpromosi atau memarketingkan produk kita.
Jadilah sniper, kata beberapa pakar marketing. Sniper itu efektif dan efisien, 1 peluru untuk 1 orang. Sebelum beraksi, seorang sniper akan melakukan survei secara mendalam tentang orang yang menjadi targetnya. Target akan dikuntit, dan dipelajari pola pergerakannya. Setelah itu, seorang sniper akan menentukan kapan dan dimana peluru akan dilesakkan ke target.
Demikian juga halnya UKM dalam berpromosi, efektif dan efisien. Risetlah pasar yang akan digarap, telitilah secara mendalam, jika perlu terlibatlah dalam kegiatannya. Dengan demikian, kita bisa tahu, promosi model apa yang nanti akan kita gunakan. Lakukan test dalam skala kecil sebelum diaplikasikan pada kelompok pasar yang lebih luas.
Untuk lebih menghemat biaya marketing, gunakan sumber daya internet yang terserak. Kita bisa gunakan Social Media, seperti twitter, facebook untuk menjangkau pasar di luar jangkauan fisik kita. Bahkan dengan facebook kita bisa melakukan promosi marketing berdasarkan daerah, jenis kelamin atau umur. Kesemuanya bisa kita dapatkan mulai dari harga yang cukup terjangkau.
UKM juga bisa menghemat biaya promosi marketing dengan menciptakan Buzz. Buzz adalah kata atau kalimat yang kita ciptakan agar menjadi buah bibir di pasar. Misalkan, kita bisa membuat Buzz “penghemat bahan bakar” saat BBM terus naik. Buzz ini sekarang semakin mudah kita ciptakan dengan bantuan social media, contohnya twitter. Buatlah percakapan tentang tips menghemat bahan bakar, berkendara, yang dikaitkan dengan produk “penghemat bahan bakar” tsb.
Dari buzz, kita bisa tingkatkan dengan WOM alias Word of mouth, dimana pemasaran akan berlangsung secara getok tular. “Jika anda puas beri tahu kawan, kalau tidak puas beritahu kami” demikian slogan yang sering kita temui di beberapa tempat usaha. WOM, sejujurnya bisa menjadi saluran promosi yang efektif dan murah, karena yang perlu kita lakukan adalah membuat konsumen puas dikala melakukan pembelian ke kita, dan selanjutnya konsumen akan menceritakannya kepada teman, saudara, rekan bisnis tentang pengalamannya. Selain itu untuk menciptakan WOM bisa juga dari sebuah buzz yang sangat unik, menarik, dan mengundang rasa ingin tahu. Buzz ini bisa menciptakan percakapan yang menarik dan bisa mengundang orang untuk mencobanya.
Satu lagi, cara marketing murah adalah dengan menciptakan Evangelis. Evangelis adalah pelanggan yang cukup setia dan siap menceritakan produk kita ke siapapun, bahkan tanpa dibayar. Dalam tahapan ini, orang tersebut sudah mengalami tingkat kepuasan tinggi dari produk dan seolah “mendewakan”. Salah satu contoh produk yang sukses dengan evangelisnya adalah Apple. Apple sukses menciptakan orang-orang yang puas dengan produknya, bahkan sampai tergila-gila. Evangelis Apple akan bangga merekomendasikan aneka produk Apple tanpa dibayar sesenpun. Dalam tingkatan ini, sebuah produk hampir tidak memerlukan promosi yang heboh.
Murah dan Mudah kan?
*disarikan dari bincang-bincang ERT Trijaya FM bersama @fauzirachmanto