Archive for July, 2011

Iklan = Bohong ?

Monday, July 18th, 2011

Iklan cenderung identik dengan kata-kata berbusa, penuh dengan kebohongan. Benarkah demikian?
Kang @eddyazzy, rekan @tdabandung, pernah mention saya tentang bagaimana produsen sebuah deodorant digugat oleh pelanggannya. Produsen tersebut digugat karena tidak memberikan hasil yang sama saat dia memakai deodorant tersebut. Alias dianggap berbohong.
Sebenarnya sejauh mana, batasan iklan boleh menyajikan hal seperti ini?
Dalam kelas @akademiberbagi Sabtu, 16Juli di Bandung kemarin, pakar periklanan @subiakto, memaparkan proses copywriting iklan. Iklan sejatinya adalah penggoda calon konsumen. Oleh karena itu, iklan harus mempunyai Stopping power yang kuat. Sesuatu yang bisa membuat calon konsumen mengalihkan perhatiannya sejenak bahkan berhenti dari kegiatannya, untuk menikmati sajian Iklan tsb. “Wajahmu mengalihkan duniaku” demikian iklan salah satu produk kecantikan.
Stopping power, harus diikuti dengan Striking Power. Jadi setelah calon konsumen menoleh, pastikan untuk memberi Sensational Offer agar terjadi transaksi. “Beli sekarang gratis pembelian selanjutnya”, salah satu contohnya. Atau, ” Kulit putih dalam 7hari”. Nah disini terkadang, iklan cenderung hiperbola, bahkan overpromise. Disinilah kita harus perhatian agar kita tidak dinilai berbohong. Sampaikan dengan gentle, jika perlu sajikan dengan dukungan data. Misal ” 9 dari 10 orang memakai shampoo X”. Bisa juga kita memakai testimonial dari pelanggan, yang tentunya akan lebih dipercaya. Apalagi jika testimonial tersebut berasal dari public figure yang mempunyai pengaruh kuat di pasar yang kita sasar. Hindari janji-janji yang muluk-muluk yang tidak sesuai dengan produk yang diiklankan. Karena, jika hasilnya tidak sesuai, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Konsumen akan segera pergi meninggalkan produk kita. Dan ini adalah sebuah kerugian.
Jika calon konsumen sudah tertarik untuk membeli, maka tugas iklan adalah membuat produk tersebut tetap “nyantol” di benak calon konsumen. Agar terus menerus ingat dan ingat. Konsumen juga akan ingat jika kita memberikan hasil seusai dengan iklan.
Berbohong memang tidak dibenarkan, demikian juga saat kita membuat iklan, jadi pastikan semuanya sesuai dengan kondisi dan penawaran yang akan kita berikan.
Selamat beriklan.

3 Rahasia Kebangkitan Turki

Saturday, July 9th, 2011

republika.co.id

republika.co.id

Turki dulu terkenal dengan negeri sekuler. Bahkan tak sedikit orang muda turki tidak kenal dengan Islam. Padahal di jaman keemasan Islam, Turki adalah salah satu kota penting dan jadi penanda keemasan Islam.
Sekarang, Turki mulai berubah. Turki mulai menapaki jalan menuju jaman keemasan. Salah satu indikatornya adalah di bidang ekonomi. Tahun 2011, tingkat pertumbuhan ekonomi Turki mencapai 11 persen. Media bahkan menulis, tingkat pertumbuhan ekonomi ini melebihi China. Di kala negara Eropa sedang terpuruk, Turki malah sebaliknya.
Jadi apa rahasia Turki, sehingga bisa bangkit seperti saat ini? (more…)

Ternyata saya seorang Penakut

Tuesday, July 5th, 2011

Saya takut mereka menangis menahan lapar sementara tidak ada nasi untuk dimasak
Saya takut mereka hidup di jalanan tanpa ada kesempatan mengenyam bangku sekolah
Saya takut mereka terkulai lemah tanpa mampu membawa mereka berobat
Saya takut mereka terbungkus kain kafan tanpa pernah ke tanah suci

Saya takut ya Allah, Saya benar seorang penakut.
Ya Allah berilah kesempatan untuk merubah Ketakutanku ini jadi Kekuattanku.

Menebar IKLAN untuk menjaring IKAN

Monday, July 4th, 2011

Mencari pelanggan tak ubahnya menjaring ikan di lautan luas. Kita harus menyiapkan Umpan untuk bisa menjaring ikan. Ketepatan memilih Umpan sangat diperlukan, agar hasil yang didapat bisa maksimal. Umpan apa yang harus dipilih, dan Kapan harus menebar umpan.
Demikian pula saat kita hendak berIKLAN. Kita harus memperhatikan bagaimana susunan IKLAN, tipografinya, bahasa yang digunakan, bentuk penawarannya dan kapan waktu yang tepat untuk menebar IKLAN.
Sebagai contoh, BerIKLAN di milis A belum tentu sama waktunya dengan di milis B, karena jika salah waktu bisa-bisa kita kena semprit moderator milis. Menyusun IKLAN sebagai billboard atau spanduk juga berbeda susunannya dengan menyusun IKLAN dalam bentuk brosur. Demikian pula, bahasa yang akan kita gunakan saat berIKLAN harus disesuaikan dengan pelanggan yang akan kita jaring.
Selamat menebar IKLAN.