Archive for January, 2010

‘Apakah anda menyediakan kemasan yang biodegradable?’

Wednesday, January 6th, 2010

Dalam satu kesempatan sharing dengan kelompok tani dan kelompok wanita tani di Cepu, http://ceputelecenter.wordpress.com/2010…) ada satu pertanyaan yang cukup mengagetkan saya. Pada saat itu saya diminta untuk berbagi ilmu seputar desain kemasan. Bekerjasama dengan Ceputelecenter sebagai rural media informasi, kami mengangkat tema bagaimana meningkatkan nilai tambah produk menggunakan kemasan. Karena kebanyakan peserta mempunyai produk berupa makanan atau bahan pangan, maka kemasan yang cocok adalah menggunakan plastik. (more…)

Insinyur Pertanian kok jual bubur

Tuesday, January 5th, 2010

Orang bilang negeri ini negeri makmur, Insinyur Pertanian kok jual bubur

Wahahha, aku ketawa denger lagu ini. Sayang aku tidak tahu siapa yang nyanyi. Lagu plesetan yang penuh kritik. dan salah satu yang kena dikritiknya adalah aku sendiri. Insinyur Pertanian yang (pernah) jual bubur. Yup, jualan bubur, Bubur sumsum dan candil buatan mertua. Alhamdulillah laku keras, dan sekarang masih ada pelanggan yang bertanya walaupun sudah jarang bikin bubur. (more…)

Marketing Srabi Ganthol

Monday, January 4th, 2010

sudah sebulan ini aku mengamati penjual srabi ganthol atau kue pancong yang mangkal di depan kantor pos kota Cepu.Sebuah kota kecil di ujung timur Jawa Tengah. Aku tertarik mengamatinya karena gaya berjualannya yang diluar kebiasaan penjual lainnya. Biasanya penjual srabi ganthol akan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainya atau dari satu kampung ke kampung lainnya. Berjualannya pun di siang hari. (more…)

Susahnya bikin kartu nama

Saturday, January 2nd, 2010

business_cards1

Dokter kok ga bisa nyembuhin diri sendiri? Begitu komentar saya waktu dengar ada dokter di antrian sebuah klinik. Hehehe,jadi pengen ketawa,kok ada ya. dan kejadian ini gak hanya sekali lho.

Nah, barusan saya mendapatkan jawaban atas fenomena ini. di ebook nya mas Collin, www.exilelifestyle.com, ada bahasan tentang bagaimana menciptakan brand lewat kartu nama. Disitu dijelaskan, bagaimana susahnya mas Collin merancang kartu namanya sendiri. Padahal dia sendiri seorang desainer kondang. Desain awal kartu namanya, malah terlalu ‘rame’ dan kurang indah.

Kenapa? Ego, yup karena ego. Collin menjelaskan kenapa dia kesulitan merancang kartu namanya. Adalah bagaimana menyederhanakan diri sendiri untuk dimasukkan dalam desain kartu nama. Sedangkan kita tahu diri kita begitu kompleks. Jadi ego itu muncul, keinginan untuk memasukkan semua yang ada di diri kita di materi desain tersebut. Bayangkan, semua warna dan semua informasi ditampilkan di media kartu nama yang kecil itu. Dan ini terjadi bukan hanya pada desainer tertentu, bahkan saya pun merasakannya. Betapa susahnya, ketika harus membuat portofolio, brosur, dan kartu nama untuk diri sendiri. Tak semudah seperti membuat karya desain untuk klien.

Jadi, jangan merasa heran jika anda yang seorang desainer merasa kesulitan untuk mendesain sesuatu untuk diri sendiri. Demikian juga seorang dokter. Tips dari mas Collin, jika masih kesulitan, carilah teman atau ahli yang bisa mengerti dan menilai anda sesimpel mungkin, serta menampilkan anda sesimpel mungkin.

danangrahadi.blogdetik.com