
Dokter kok ga bisa nyembuhin diri sendiri? Begitu komentar saya waktu dengar ada dokter di antrian sebuah klinik. Hehehe,jadi pengen ketawa,kok ada ya. dan kejadian ini gak hanya sekali lho.
Nah, barusan saya mendapatkan jawaban atas fenomena ini. di ebook nya mas Collin, www.exilelifestyle.com, ada bahasan tentang bagaimana menciptakan brand lewat kartu nama. Disitu dijelaskan, bagaimana susahnya mas Collin merancang kartu namanya sendiri. Padahal dia sendiri seorang desainer kondang. Desain awal kartu namanya, malah terlalu ‘rame’ dan kurang indah.
Kenapa? Ego, yup karena ego. Collin menjelaskan kenapa dia kesulitan merancang kartu namanya. Adalah bagaimana menyederhanakan diri sendiri untuk dimasukkan dalam desain kartu nama. Sedangkan kita tahu diri kita begitu kompleks. Jadi ego itu muncul, keinginan untuk memasukkan semua yang ada di diri kita di materi desain tersebut. Bayangkan, semua warna dan semua informasi ditampilkan di media kartu nama yang kecil itu. Dan ini terjadi bukan hanya pada desainer tertentu, bahkan saya pun merasakannya. Betapa susahnya, ketika harus membuat portofolio, brosur, dan kartu nama untuk diri sendiri. Tak semudah seperti membuat karya desain untuk klien.
Jadi, jangan merasa heran jika anda yang seorang desainer merasa kesulitan untuk mendesain sesuatu untuk diri sendiri. Demikian juga seorang dokter. Tips dari mas Collin, jika masih kesulitan, carilah teman atau ahli yang bisa mengerti dan menilai anda sesimpel mungkin, serta menampilkan anda sesimpel mungkin.
danangrahadi.blogdetik.com