Archive for August, 2009

Madu pun bisa berasa Pahit

Thursday, August 27th, 2009

Dikisahkan oleh Jalaludin Rumi, bahwa suatu waktu di daerah Rum (sekarang Turki) ada seorang anak pendeta yang berkeras hati untuk memeluk Islam. Sang bapak, dengan susah payah membujuk anaknya dengan segala cara. Namun tetap saja saja, niat sang anak untuk memeluk Islam semakin kuat. Kian hari sang Bapak semakin bingung untuk membujuk sang anak, dan frustasi pun mendera.
Suatu pagi, sang anak bangun di waktu subuh. Adzan mengumandang, namun kali ini sang muadzin rupanya tidak pada kondisi terbaiknya. alhasil suara adzan subuhnya terdengar kurang indah, dan terdengar oleh sang anak pendeta. Sang anak bertanya pada bapaknya. “Suara apa itu pak ?” tanya sang anak. sang Pendeta pun menjawab, ” Itu suara adzan subuh, nak”. Dengan serta merta, sang anak tercenung dan kemudian saat itu juga mengurungkan niatnya untuk memeluk Islam.
Jadi mari kita berhati hati untuk menyampaikan sesuatu, karena jika salah menyampaikan maka hasilnya bisa berbalik 360 derajat. Ibarat Madu yang sudah terkenal manisnya, jika sang penjual bermuka masam, madu pun bisa berasa pahit.

Demikian kisah yang disampaikan oleh ustadz pada tausiyah Tarawih semalam.

Jangan Menyerah - d’Masiv

Saturday, August 15th, 2009

DMasiv Jangan Menyerah

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

(more…)

Saya Memilih Merdeka

Friday, August 14th, 2009

Membaca buku ini seperti kita dituntun untuk menyelami pemikiran dari sang penulis, mulai dari kecil hingga saat ini. Buku ini, seperti dituliskan di kata pengantar, adalah sebuah memoar. Sebuah memoar dari seorang Iyung Pahan yang berangkat dari sebuah keluarga miskin, dan merasakan dipenjara oleh sekolah, hingga dewasa dan menjadi pakar dan mentor. Buku ini merekam jejak langkah penulis dari belajar wirausaha proaktif, doktrin untuk menjadi pegawai di pendidikan tinggi, hingga pembelajaran ala Cash Flow Quadrant milik Robert T Kiyosaki. Hingga akhirnya berevolusi dengan keluar dari kuadran Kiyosaki, demikian penulis menyebutnya, dan mencapai sebuah konsep Merdeka atau Mati ala Iyung Pahan

(more…)

cepatlah, karena apa yang kita pikirkan sekarang mungkin juga dipikirkan orang lain

Monday, August 10th, 2009

beberapa waktu lalu, saya punya ide untuk membuat vending machine untuk pulsa. jadi mirip atm setoran tunai. bedanya, alat ini untuk mengisi pulsa pra bayar, dan bisa melakukan transaksi pengembalian uang.

hari berlalu, bulan berlalu, saya lupakan ide itu. ide itu akhirnya hanya masuk tumpukan di gudang ide. tidak juga saya merasa perlu untuk sharing dengan pakarnya. tidak pula merasa perlu mencari tahu lebih lanjut tentang teknologi dan cara kerjanya. tanpa dosa, ide itu terkubur pelan pelan.

(more…)

Rahasia keberhasilan wirausaha

Saturday, August 8th, 2009
Rahasia keberhasilan wirausaha adalah menciptakan kas,jika anda tidak berhasil menciptakannya maka usaha tersebut tinggal menunggu waktu untuk berakhir.
Demikian kutipan bebas dari buku yang ditulis oleh Iyung pahan. Buku yang berjudul Merdeka atau mati ini menarik perhatian saya, selain karena bukunya mempunyai cover merah, judulnya itu yang seperti penuh perjuangan.
Dan memang betul, sepintas saya baca isinya adalah bagaimana menentukan dan mengelola pilihan hidup kita sebagai seorang wirausahawan.
Balik lagi ke KAS tadi, saya jadi merasa disindir dg tulisan tersebut. Bagaimana tidak, catatan keuangan usaha saya masih kurang rapi.Namun ada juga yang penting, yaitu keuangan itu sendiri. Di awal buka usaha, saya bahkan tidak tahu berapa kas saya, modal berapa yang sudah diinvestasikan, laba yang didapat, piutang,hutang dll. Walhasil pikiran saya tertumpu bahwa usaha saya tidak menghasilkan laba, karena tidak ada pencatatan yang sip. Dan lama
kelamaan, hal itulah yang benar terjadi, tidak ada laba. Karena semua pikiran terfokus kesana.
Akhirnya sedikit demi sedikit kesadaran itu hadir, dan pencatatan dirapihkan pelan pelan. Dan kelihatanlah apa yang selama ini tidak kelihatan yaitu Cash Flow. Akhirnya saya bisa mengalihkan pikiran kepada hal yang semestinya, yaitu memanfaatkan aset semaksimal mungkin untuk memaksimalkan keuntungan.
Di akhir buku, Iyung Pahan bertanya, manakah yang kita pilih Merdeka Atau Mati?
Saya memilih Merdeka

Berapa umur saya ?

Saturday, August 8th, 2009

Berapa umur saya ? Demikian bapak di samping saya memulai percakapan.
Dengan perawakan yg masih tegap dan wajah yg berseri seri, saya terka umurnya masih 50 tahunan. Masih kurang 13 tahun,mas. Jawab si bapak, yang tentunya membuat saya terkejut. Wow, dalam hati saya terkejut,tidak percaya bapak ini sudah berumur 63 tahun. Demi menegaskan umurnya yang sudah cukup tua, bapak ini juga menceritakan ihwal umur orangtuanya yang meninggal di usia 104 tahun.
Hati saya pun tergelitik ingin tahu rahasia umur panjangnya. Dan meluncurlah kata kata sebagai berikut :
Saya orangnya tidak pernah terlalu mikir tentang apa yang tidak bisa saya capai. Kalau memang sudah terpenuhi syarat-syaratnya, tujuan kita akan tercapai dengan sendirinya.
Saya jadi tersentak, bukankah ini yang sedang saya rasakan. Mengeluh, marah, kesal ketika apa yang saya idamkan, saya angankan tidak tercapai.
Si bapak menambahkan, berusaha boleh, tentunya dengan dibarengi dengan doa memohon kepada Allah. Jika Allah belum mengabulkan, ya disyukuri saja.
Astaghfirullah, demi Allah ternyata saya belum sepenuhnya bersyukur. Selama ini saya hanya bersyukur atas nikmat yang diberi. Namun ketika ada kendala,halangan dan hambatan saya hanya mengeluh, kesal, dan marah. Walhasil, energi saya terkuras untuk itu. Terima kasih ya Allah sudah mengingatkanku melalui bapak yang baik ini. Semoga hari harikedepan syukurku bisa lebih banyak kepadamu,baik di kala suka dan susah.

-Terima kasih istriku, sudah rela meredam segala amarah dan kesalku

Web Selling atau Blog Selling ?

Friday, August 7th, 2009

Demikian yang saya tanyakan kepada Kang Agus Hery, blogger dari detikBandung, pada Workshop Entrepreneur di Unpad tempo hari. KangAgus ini sekarang sudah mempunyai acara sendiri di sebuah radio,bintang tamu sebuah tv swasta, dan mempunyai buku dari kumpulan tulisannya di blog. Semua itu dari ngeBlog.
Balik lagi ke pertanyaan tadi. Efektif mana antara web selling dan blog selling? Kang Agus menjawab dengan mantap, Kedua-duanya.
Saat ini calon pembeli cenderung untuk mencari referensi terlebih dulu sebelum melakukan transaksi di web. Di blog,calon konsumen bisa menemukan referensi, ulasan dari user yang sudah memakai atau membeli barang tersebut. Mungkin di web ada juga testimoni produk, namun calon customer tidak bisa serta merta percaya.
Ditambah lagi search engine jauh lebih ramah kepada blog dibanding website. Jadi ketika calon customer mencari referensi via search engine, maka yang akan banyak tampil adalah hasil searching dr blog.
Jadi keduanya harus digabungkan, antara website dan blog untuk menghasilkan penjualan yang maksimal

ciputra, create something from nothing

Wednesday, August 5th, 2009

pak cip dilahirkan di ruko kelontong.sejak usia 12 tahun ditinggal ayahnya, krn diambil paksa oleh jepang. ayahnya meninggal di tahanan dan dituduh sebagai mata mata belanda. ciputra kecil ditinggali sebuah toko kelontong, dimana dia belajar hemat dari ibunya
sepeninggal ayahnya, timbul niat yang kuat di diri ciputra kecil, utk sukses. demi impian itu, pak cip kemudian bersekolah sma di gorontalo, dan memperoleh sarjana arsitek di ITB. dan selanjutnya menghasilkan karya karya properti yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.
penggagum karya maestro sujoyono, basuki abdullah, affandi, hendra goenawan ini sekilas menyinggung tentang perihal perbedaan harga lukisan Indonesia dan RRC.lukisan di RRC bisa lebih mahal karena ada unsur entrepreneur di sana, ada nilai packaging, marketing. branding.semua yang menyangkut uang, harus ada entrepreneur. Dan prinsip entrepreneur harus menambah nilai manfaat dari sesuatu
walaupun sudah sukses, ciputra tetap low profile. bahkan pak cip, demikian biasa dipanggil, tidak mau untuk menceritakan tentang berbagai penghargaan yang pernah diterimanya. ini adalah apa yang sudah saya perbuat untuk masyarakat dan apa yang sudah masyarakat perbuat untuk saya. dan saya mengucapkan terima kasih, demikian pak cip merendah.
25 tahun lagi, indonesia sudah menjadi negeri entrepreneur adalah impian pak cip. minimal 2 persen dari penduduk indonesia harus menjadi entrepreneur. impian saya tidak mengenal jarak, usia dan waktu, impian saya akan terus hidup walaupun saya tidak bisa mengalaminya,pungkas pak cip ketikan disinggung tentang umurnya yang sudah mencapai 77 tahun.
Dan untuk mewujudkan itu pak cip mendirikan sekolah dan memberikan pelatihan entrepreneurship sedari usia TK. Selain itu pak cip juga membuka diri kepada organisasi, atau pemerintah untuk memberikan training for trainer bid entrepreneurship. hal ini dilakukan demi kemajuan bangsa. karena pak cip percaya bahwa science, research, entrepreneurship adalah pilar kemajuan bangsa.
ketika ditanya tentang bidang usaha yang pas di saat ini,pak cip memberikan tips sebagai berikut : anda harus memlih 100 bidang usaha yang anda pilih, sanggup dan ada market. perkecil menjadi 50, 10, dan terakhir 3 yang bisa diuji coba. selain itu calon entrepreneur harus punya modal dasar, yaitu punya orang tua, punya lingkungan, dan punya pendidikan

disarikan dari Tatap Muka @ tvone