Madu pun bisa berasa Pahit
Thursday, August 27th, 2009Dikisahkan oleh Jalaludin Rumi, bahwa suatu waktu di daerah Rum (sekarang Turki) ada seorang anak pendeta yang berkeras hati untuk memeluk Islam. Sang bapak, dengan susah payah membujuk anaknya dengan segala cara. Namun tetap saja saja, niat sang anak untuk memeluk Islam semakin kuat. Kian hari sang Bapak semakin bingung untuk membujuk sang anak, dan frustasi pun mendera.
Suatu pagi, sang anak bangun di waktu subuh. Adzan mengumandang, namun kali ini sang muadzin rupanya tidak pada kondisi terbaiknya. alhasil suara adzan subuhnya terdengar kurang indah, dan terdengar oleh sang anak pendeta. Sang anak bertanya pada bapaknya. “Suara apa itu pak ?” tanya sang anak. sang Pendeta pun menjawab, ” Itu suara adzan subuh, nak”. Dengan serta merta, sang anak tercenung dan kemudian saat itu juga mengurungkan niatnya untuk memeluk Islam.
Jadi mari kita berhati hati untuk menyampaikan sesuatu, karena jika salah menyampaikan maka hasilnya bisa berbalik 360 derajat. Ibarat Madu yang sudah terkenal manisnya, jika sang penjual bermuka masam, madu pun bisa berasa pahit.
Demikian kisah yang disampaikan oleh ustadz pada tausiyah Tarawih semalam.
